news

Tragis! Balita 2 Tahun Korban Gempa NTT Meninggal Dunia di Tengah Keterbatasan Pengungsian

Senin, 24 Agustus 2026 | 15:50 WIB
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT. (Instagram.com/@folkative)

Keluarga korban mengungkapkan bahwa MC sebelumnya berada dalam kondisi sehat. Jack, salah satu anggota keluarga, mengatakan kondisi balita tersebut berubah setelah berada di pengungsian.

Ia menyebut MC mengalami demam hingga tubuhnya sempat kaku dan kejang.

"Anak ini sebelumnya sehat dan sangat segar. Ia sakit karena terpapar dingin di pengungsian," ujar Jack.

Baca Juga: Empat Korporasi di Kalbar Diselidiki Terkait Karhutla, Pemerintah Buka Opsi Cabut Izin

Menurut Jack, kondisi tersebut membuat keluarga sangat terpukul. Ia juga meminta pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan pengungsi, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Keluarga korban menilai kondisi pengungsian yang berada di kawasan bukit masih jauh dari memadai. Sejumlah kebutuhan dasar, seperti tenda, selimut, hingga perlengkapan untuk melindungi warga dari udara dingin, disebut masih menjadi persoalan.

"Kami mohon bantuan segera. Ini situasi yang serius. Korban meninggal baru berusia dua tahun," kata Jack.

Baca Juga: Opini: Media di Persimpangan, Ketika Idealisme Tak Cukup Membayar Gaji

Ia berharap peristiwa meninggalnya MC menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Terlebih, masih terdapat warga yang harus bertahan di lokasi pengungsian pascagempa Flores.

Keberadaan anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya dinilai membutuhkan perlindungan ekstra selama masa tanggap darurat bencana.

Kematian MC pun menjadi duka sekaligus pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak hanya menyangkut kebutuhan pangan dan tempat tinggal, tetapi juga perlindungan kesehatan serta keselamatan para pengungsi dari kondisi lingkungan yang ekstrem. ***

Halaman:

Tags

Terkini