Gempa kembali terjadi pada pukul 15.01 WIB dengan kekuatan M 5,2. Episenternya berada sekitar 44 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Hingga pukul 16.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.752 kali aktivitas gempa susulan setelah gempa utama. Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Tingginya aktivitas gempa tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kerusakan pada infrastruktur yang sebelumnya telah terdampak gempa utama.
Baca Juga: Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru Kalsel, BMKG Sebut Kualitas Udara Berbahaya
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan adanya peningkatan jumlah korban akibat rangkaian gempa Flores.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah korban meninggal dunia bertambah empat orang dibandingkan laporan sebelumnya.
“Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa,” kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).
Tambahan korban meninggal tersebut berasal dari Kabupaten Sikka sebanyak dua orang, Manggarai satu orang, dan Nagekeo satu orang.
Baca Juga: Viral Aksi Kocak Mahasiswa BEM UI 'Roasting' Spanduk Polwan di Thamrin Pakai Nada Lagu 'Rollerblade'
Jumlah korban luka juga mengalami peningkatan. BNPB mencatat sebanyak 907 orang mengalami luka, bertambah sembilan orang dari data sebelumnya yang mencapai 898 orang. Seluruh tambahan korban luka tersebut dilaporkan berasal dari Kabupaten Ngada.
Dampak gempa susulan turut memengaruhi jumlah warga yang harus meninggalkan tempat tinggalnya. BNPB mencatat sebanyak 92.735 jiwa kini mengungsi.
Jumlah tersebut meningkat 33.088 orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 59.647 pengungsi.
Kerusakan rumah juga terus bertambah. Hingga pembaruan data BNPB pada Kamis (20/8/2026), tercatat 36.163 unit rumah mengalami kerusakan.
Angka tersebut bertambah 7.187 unit dibandingkan laporan sebelumnya.
Dengan aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada, terutama ketika berada di sekitar bangunan maupun infrastruktur yang telah mengalami kerusakan. ***