INSIBERNEWS - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menangkap seorang buronan kasus narkotika yang diduga merupakan gembong pemilik 98 kilogram sabu di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Pelaku berinisial MR alias “Bos Gendut” ditangkap setelah menjadi target pengejaran BNN. Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan mengatakan penangkapan dilakukan pada Rabu (12/8/2026) malam.
Menurut Roy, petugas terlebih dahulu membuntuti MR dari kawasan Kampung Bahari. Pelacakan kemudian berlanjut hingga ke kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.
MR akhirnya ditangkap sekitar pukul 20.09 WIB di sebuah salon kecantikan. Setelah diamankan, tersangka langsung dibawa ke BNN untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Bengkulu Hanguskan 21 Rumah, Instalasi Listrik Jadi Sorotan
“Yang bersangkutan kami ikuti dari mulai Kampung Bahari ke luar menuju Mangga Besar lalu kami tangkap di salah satu salon kecantikan,” kata Roy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
‘Bos Gendut’ Jadi Buronan Sejak 2025
Roy menjelaskan MR bukan nama baru dalam jaringan narkotika. Ia disebut sebagai buronan yang berkaitan dengan perkara narkoba yang ditangani pada 7 November 2025.
Dalam operasi tersebut, BNN tidak hanya mengamankan sabu dalam jumlah besar. Sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kejahatan MR juga turut disita.
Barang bukti tersebut antara lain senjata api, peluru, samurai, emas batangan, serta sejumlah barang lainnya.
Baca Juga: Buntut Temuan Senjata di Pondok Pinang, KPAI Gerak Cepat Pulihkan Psikologis Siswa
BNN juga menangkap dua orang yang disebut sebagai loyalis MR di sekitar lokasi operasi. Keduanya sempat melakukan perlawanan ketika petugas melakukan penggerebekan.
Akibat perlawanan tersebut, seorang anggota Polri mengalami luka di bagian bawah mata. Meski demikian, operasi tetap dilanjutkan untuk mengungkap jaringan narkotika yang diduga masih beraktivitas di Kampung Bahari.
Roy menegaskan penangkapan MR belum menjadi akhir dari operasi BNN di Kampung Bahari. Petugas masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Baca Juga: Cicipi Ayam Basi Sampai Muntah, Kepala SPPG Karanganyar Sigap Tarik 94 Paket Makan Siang Siswa