Sebagai langkah awal untuk keperluan identifikasi medis, jenazah S telah dievakuasi sementara ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani proses visum luar. Akan tetapi, demi membongkar penyebab pasti hilangnya nyawa korban serta mengidentifikasi jejak luka mematikan yang mungkin tersembunyi di tubuhnya, polisi memutuskan untuk merujuk jenazah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih di Bandung.
Proses otopsi komprehensif oleh tim forensik medis ini diharapkan mampu memberikan petunjuk ilmiah yang akurat bagi tim penyidik kepolisian.
Di sisi lain, pihak keluarga korban yang kini masih syok dan sangat terpukul atas kepergian S yang begitu tragis hanya bisa pasrah menanti keadilan ditegakkan. Mereka menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian setempat dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum agar kasus dugaan pembunuhan keji ini segera menemui titik terang.
Pihak keluarga mendesak agar dalang maupun pelaku persekusi di balik hilangnya nyawa sang tulang punggung keluarga tersebut dapat segera ditangkap dan dijebloskan ke penjara.***