news

Bongkar Mortir Aktif Pakai Palu hingga Meledak, 3 Orang di Bandung Tewas Terkapar

Kamis, 9 Juli 2026 | 09:40 WIB
Lokasi Kejadian 3 orang tewas karena mortir aktif meledak (Dok. Polda Jabar)

INSIBERNEWS - Tiga warga Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, meninggal dunia akibat ledakan mortir aktif yang terjadi pada Rabu (8/7/2026).

Insiden tragis itu diduga bermula ketika salah seorang korban berusaha membuka proyektil mortir menggunakan palu tanpa mengetahui bahwa benda tersebut masih mengandung bahan peledak aktif.

Baca Juga: Terkuak Temuan Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M, Begini Kronologi Penggeledahan Kasus Korupsi Batu Bara

Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani menjelaskan, warga sekitar awalnya dikejutkan oleh suara ledakan keras dari lokasi kejadian.

Saat didatangi, tiga orang yang diketahui bernama Ade (21), Suhri (51), dan Rodiana (40) ditemukan sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ketiga korban sebelumnya menemukan sebuah proyektil mortir yang diduga merupakan sisa amunisi lama.

Karena mengira benda tersebut sudah tidak berbahaya, salah seorang korban mencoba membukanya dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya memicu ledakan.

Baca Juga: Polisi Bongkar Brankas Rahasia di Restoran Cipete, Isinya Dolar AS-Singapura

Polisi langsung memasang garis polisi di lokasi untuk mengamankan area sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tim Inafis bersama personel Penjinak Bom (Jibom) turut diterjunkan guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak aktif yang tersisa di sekitar lokasi dan membahayakan warga.

Andriani mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan amunisi maupun bahan peledak.

Baca Juga: Keluarga Korban Dugaan Pembakaran Santri Lombok Dicegah Terbang ke Jakarta, Denny Sumargo Buka Suara

Jika menemukan benda dengan bentuk menyerupai peluru, granat, atau mortir, warga diminta segera melapor kepada aparat kepolisian atau TNI agar dapat ditangani oleh petugas yang berwenang.

Menurutnya, masih adanya temuan amunisi aktif di sejumlah wilayah menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila tidak ditangani dengan prosedur yang benar.

Halaman:

Tags

Terkini