news

Iran Ultimatum AS, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total Jika Ada Serangan Baru

Kamis, 9 Juli 2026 | 07:43 WIB
Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas (REUTERS)

INSIBERNEWS - Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah Iran mengeluarkan peringatan keras terkait masa depan Selat Hormuz.

Teheran menegaskan tidak akan melepaskan kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut dan siap mengambil langkah militer jika kembali menjadi sasaran serangan.

Baca Juga: Polisi Bongkar Brankas Rahasia di Restoran Cipete, Isinya Dolar AS-Singapura

Berdasarkan informasi yang dikutip dari media pemerintah Iran, Press TV, sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyebut dalam 48 jam terakhir Iran telah memperkuat doktrin pertahanan dan strategi militernya.

Langkah itu disebut sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik dengan Amerika Serikat.

Dalam strategi terbaru itu, Iran dikabarkan menetapkan dua langkah utama apabila kembali diserang.

Pertama, menutup Selat Hormuz untuk seluruh aktivitas pelayaran internasional. Kedua, melancarkan serangan balasan dengan skala yang lebih besar terhadap target lawan sebagai bentuk respons militer.

Baca Juga: Keluarga Korban Dugaan Pembakaran Santri Lombok Dicegah Terbang ke Jakarta, Denny Sumargo Buka Suara

Sumber tersebut juga menegaskan Iran tetap memegang kendali penuh atas pengelolaan Selat Hormuz.

Menurutnya, Teheran tidak akan mengizinkan pembentukan jalur pelayaran baru di luar mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah Iran.

"Selat Hormuz akan dibuka sesuai dengan pengaturan Iran. Kami tidak akan membiarkan ada rute lain di luar ketentuan tersebut," ujar sumber itu seperti dikutip Press TV, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Trump Sebut Genjatan Senjata dengan Iran Sudah Berakhir, Timur Tengah Mulai Panas Lagi

Peringatan tersebut juga ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya kembali melontarkan ancaman terhadap Iran.

Teheran menegaskan tidak membedakan Amerika Serikat maupun sekutu-sekutunya di kawasan jika terjadi konflik bersenjata.

Halaman:

Tags

Terkini