Melalui akun X miliknya, ia menilai serangan tersebut telah melanggar kesepakatan sementara yang sebelumnya disepakati kedua negara untuk meredakan konflik.
Eskalasi terbaru ini kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai titik panas geopolitik dunia. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute distribusi energi paling vital, sehingga setiap konflik di kawasan berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan global.
Situasi semakin menjadi perhatian internasional karena serangan berlangsung ketika Presiden AS Donald Trump sedang berada di Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO.
Baca Juga: Bikin Kaget! ASN Jabar Diduga Terlibat Judi Online, Transaksi hingga Rp800 Juta Setahun
Perkembangan konflik ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan para pemimpin negara anggota aliansi tersebut. ***