Viral Dugaan Penganiayaan Anak di JPO Margocity, Ayah Asuh Terekam Pukul Korban hingga Berdarah

Photo Author
- Rabu, 8 Juli 2026 | 06:01 WIB
Video Ayah Asuh Aniaya Anak di JPO Depok (Dok. Instagram/dinipuspitar)
Video Ayah Asuh Aniaya Anak di JPO Depok (Dok. Instagram/dinipuspitar)

INSIBERNEWS - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindak kekerasan terhadap seorang anak di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Margocity, Depok, Jawa Barat, ramai menjadi perhatian publik di media sosial.

Rekaman tersebut memicu kemarahan warganet setelah memperlihatkan seorang pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak yang disebut sebagai anak asuhnya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Gadis 22 Tahun di Lumajang, Dipicu Cekcok dengan Kekasih

Video yang diunggah akun Instagram @dinipuspitar itu telah ditonton jutaan kali. Dalam unggahan tersebut, perekam mengaku menyaksikan langsung aksi kekerasan yang diduga dilakukan pelaku kepada korban.

Ia kemudian berteriak meminta pelaku menghentikan perbuatannya hingga sejumlah warga berdatangan untuk melerai.

Menurut keterangan pengunggah, anak tersebut diduga tidak hanya dipukul menggunakan tangan kosong, tetapi juga kepalanya dibenturkan ke dinding yang berada di bawah JPO.

Baca Juga: Kemenag Bakal Luncurkan Materi Edukasi Pencegahan LGBTQ, Begini Penjelasan Wamenag

Bahkan, warga di sekitar lokasi mengaku sempat melihat korban dipukul menggunakan tongkat sebelum kejadian itu direkam.

"Saya lihat anak ini sedang dipukul, dijedotin kepalanya ke tembok yang ada di bawah JPO. Saya langsung berteriak dan beberapa orang menghampiri pelaku. Teman saya juga merekam kejadian itu sebagai bukti," tulis pengunggah dalam keterangannya.

Saat dimintai penjelasan oleh warga, pria tersebut mengaku bukan ayah kandung korban, melainkan ayah asuh yang selama ini merawat anak tersebut.

Baca Juga: Nama MUI Dicatut, Polisi Dalami Dugaan Penipuan Pengurusan Fatwa Halal Kripto

Ia beralasan tindakannya dipicu karena korban dinilai sering bermain dan menyeberang jalan tanpa memperhatikan keselamatan.

Meski demikian, warga yang berada di lokasi menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, korban dilaporkan mengalami luka hingga mengeluarkan darah di bagian telinga.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X