Melalui akun X miliknya, ia menilai serangan tersebut telah melanggar kesepakatan sementara yang sebelumnya disepakati kedua negara untuk meredakan konflik.
Eskalasi terbaru ini kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai titik panas geopolitik dunia. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute distribusi energi paling vital, sehingga setiap konflik di kawasan berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan global.
Situasi semakin menjadi perhatian internasional karena serangan berlangsung ketika Presiden AS Donald Trump sedang berada di Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO.
Baca Juga: Bikin Kaget! ASN Jabar Diduga Terlibat Judi Online, Transaksi hingga Rp800 Juta Setahun
Perkembangan konflik ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan para pemimpin negara anggota aliansi tersebut. ***
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Gadis 22 Tahun di Lumajang, Dipicu Cekcok dengan Kekasih
Arab Saudi Diskon Harga Minyak, Persaingan Pasar Asia Makin Memanas
Diskualifikasi Peserta Clash of Champions S3 Jadi Sorotan, Begini Penjelasan Resmi Ruangguru
BI Beberkan Penyebab Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Soroti Sinyal Hawkish The Fed
Boikot Sarwendah Ramai Dibahas, Kuasa Hukum Ruben Onsu Sebut Murni Respons Publik