Menurutnya, keberlanjutan pesanan menjadi faktor penting bagi kelangsungan operasional perusahaan serta nasib ribuan pekerja yang menggantungkan hidup pada industri tersebut.
"Kami akan meminta agar order produksi Nike tetap dipertahankan atau bahkan diperpanjang sehingga tidak terjadi PHK terhadap ribuan pekerja," katanya.
KSPI menilai industri manufaktur saat ini menghadapi tekanan berat akibat situasi global yang tidak menentu. Konflik internasional, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, disebut berdampak pada rantai pasok bahan baku industri.
Baca Juga: Harga MinyaKita Dipastikan Tak Naik, Pemerintah Pilih Perketat Distribusi daripada Naikkan HET
PT Feng Tay sendiri dikabarkan masih menunggu kepastian pasokan material serta kelanjutan pesanan dari Nike. Kondisi tersebut membuat perusahaan mengambil langkah efisiensi yang berimbas pada pekerja.
Untuk membantu perusahaan bertahan, Iqbal mengusulkan adanya relaksasi pajak dari pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi sehingga kapasitas operasional perusahaan dapat kembali ditingkatkan.
"Jika biaya produksi bisa ditekan melalui insentif atau relaksasi pajak, maka peluang menambah shift kerja akan terbuka dan ribuan pekerja dapat tetap bekerja," ujarnya.
Baca Juga: Diduga Oleng saat di Tol, Mobil Travel di Sumut Hantam Belakang Truk hingga Tewaskan 4 Orang
KSPI Soroti Hak Pekerja yang Dirumahkan
Di tengah ancaman PHK, KSPI juga menyoroti laporan mengenai pekerja yang dirumahkan dengan pembayaran upah hanya 50 persen dari gaji normal. Iqbal menegaskan pihaknya akan memastikan hak-hak pekerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap pekerja harus menjadi prioritas, terutama di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian industri yang sedang berlangsung.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi sektor manufaktur nasional, KSPI berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga daya saing industri, mempertahankan investasi, dan melindungi lapangan kerja bagi jutaan pekerja Indonesia. ***