Menanggapi insiden yang menewaskan siswi berusia 16 tahun tersebut, pihak PLN menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
PLN juga menyatakan siap bekerja sama dengan berbagai pihak terkait guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan memastikan proses penyelidikan berjalan lancar.
Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, mengatakan peristiwa meninggalnya siswi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Pabrik Mainan di Medan Johor, 11 Rumah Warga Terdampak
Dia mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban kabel-kabel menjuntai.
"Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk mempercepat penertiban jaringan utilitas di ruang publik," kata Chico kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).
Ditegaskan, bahwa Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan PT PLN dan operator jaringan lainnya untuk penertiban.
"Penertiban kabel semrawut dan menjuntai sesuai regulasi Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT)," ujarnya.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Berlanjut, Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa
"Pembersihan dan pemotongan kabel tidak terpakai. Dorongan agar jaringan kabel dipindahkan secara bertahap ke bawah tanah di lokasi prioritas," sambungnya.
Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan dan patroli rutin. Termasuk, di rute-rute sekolah dan jalan protokol
"Kami akan meningkatkan pengawasan dan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan, termasuk rute sekolah dan jalan protokol, serta mendorong pelaporan cepat dari masyarakat melalui kanal resmi Pemprov (seperti aplikasi JAKI atau call center 112)," katanya.
Baca Juga: MIRIS! Jadi Korban Pelecehan Seksual, SPG di Solo Malah Dipecat Sepihak
Pemprov DKI juga akan menindak para pemilik kabel yang lalai.
"Penegakan aturan terhadap pemilik kabel yang lalai juga akan diperketat, termasuk sanksi jika diperlukan," jelasnya. ***