Sebelumnya, Teheran telah menyatakan kesediaannya membuka kembali jalur distribusi energi global itu berdasarkan kesepakatan awal yang dicapai antara Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Kesepakatan tersebut sempat memberikan harapan akan normalisasi aktivitas maritim dan perdagangan energi internasional.
Iran Tuntut AS Penuhi Komitmen Kesepakatan
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa perundingan tingkat tinggi di Swiss dihadiri oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa Teheran datang ke meja perundingan dengan harapan Washington memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati sebelumnya.
Baca Juga: Stop Ngamen di Jalanan, Pinkan Mambo Kini Buka Les Akademi Vokal Harga Rp1 Juta per 2 Jam
Menurut Baqaei, kegagalan AS dalam merealisasikan poin-poin kesepakatan dapat mengancam seluruh nota kesepahaman yang telah dibangun selama proses diplomasi berlangsung.
Dari pihak Amerika Serikat, Wakil Presiden JD Vance dilaporkan berangkat menuju Swiss untuk bergabung dalam proses negosiasi. Vance menyebut dirinya hanya memiliki waktu terbatas dan diperkirakan mendampingi pembahasan selama satu hingga dua hari.
Sementara itu, tim negosiator AS yang terdiri dari Jared Kushner dan Steve Witkoff telah lebih dulu berada di lokasi guna menyelesaikan berbagai aspek teknis perjanjian.
Baca Juga: Harga Emas Tertekan, Dolar AS Perkasa Bikin Investor Mulai Ambil Untung
Pemerintah Pakistan yang bertindak sebagai mediator utama mengonfirmasi bahwa pembicaraan teknis digelar di kawasan Bürgenstock, Swiss. Selain Pakistan, mediator dari Qatar juga turut mendampingi dialog langsung antara delegasi AS dan Iran.
Perundingan yang dimulai akhir pekan ini diperkirakan menjadi awal dari rangkaian negosiasi intensif selama dua bulan ke depan. Salah satu agenda utama yang akan dibahas adalah mekanisme pengawasan program nuklir Iran, yang hingga kini masih menjadi isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara.
Keberhasilan pembicaraan tersebut dinilai akan menentukan stabilitas kawasan Timur Tengah, keamanan jalur perdagangan global di Selat Hormuz, serta masa depan hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran. ***