news

AS Siap Guyur Iran Rp5 Kuadriliun Jika Sepakat Tinggalkan Nuklir

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:56 WIB
AS Siap Guyur Iran Rp5 Kuadriliun Jika Sepakat Tinggalkan Nuklir (Ilustrasi / Istimewa)

INSIBERNEWS - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka peluang besar bagi Iran untuk mendapatkan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5 kuadriliun.

Dana jumbo tersebut disebut bisa dikucurkan apabila Teheran bersedia memenuhi sejumlah syarat penting yang berkaitan dengan program nuklir mereka.

Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menegaskan bahwa dukungan dana tersebut dapat diakses Iran melalui dukungan negara-negara koalisi Teluk. Namun, pencairannya bergantung penuh pada kepatuhan Iran terhadap kesepakatan yang telah dibahas bersama Washington.

Baca Juga: Trump Bongkar Kesepakatan Damai Iran dan AS Nyaris Bubar Gara-Gara Netanyahu: Israel Bisa Hancur dalam Dua Jam

“Dana tersebut dapat diakses dan didukung oleh koalisi Teluk selama Iran memenuhi kewajibannya,” ujar Vance dalam wawancara dengan CBS News, Senin (15/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas klaim dari pihak Iran yang menyebut mereka akan memperoleh bantuan rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS pasca tercapainya nota kesepahaman damai dengan Amerika Serikat.

AS Persilakan Negara Teluk Investasi di Iran

Vance mengatakan Washington tidak akan menghalangi negara-negara kawasan Teluk untuk menanamkan modal di Iran. Menurutnya, investasi tersebut justru bisa menjadi bagian dari pemulihan ekonomi Iran setelah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan.

Baca Juga: Diduga Terlalu Banyak Hasutan, Ruben Onsu Akhirnya Gugat Hak Asuh Kedua Anaknya

Meski demikian, AS tetap menekankan adanya syarat mutlak yang harus dipenuhi Teheran sebelum dukungan finansial tersebut benar-benar terealisasi.

Amerika Serikat meminta Iran menghentikan program pengembangan nuklir, menghapus cadangan uranium yang telah diperkaya, serta membuka akses penuh terhadap pengawasan internasional.

“Kami terbuka terhadap investasi negara-negara Teluk untuk rekonstruksi Iran. Tetapi Iran harus mengakhiri program nuklirnya, menghilangkan uranium yang diperkaya, dan bersedia diawasi secara penuh agar dunia yakin mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” kata Vance.

Baca Juga: Program MBG Dikritik, Menteri HAM Pigai: Itu Bagian dari Pemenuhan HAM

Sebelumnya, kantor berita semi resmi Iran, Mehr, melaporkan adanya nota kesepahaman damai antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Washington bersama sekutunya memiliki kewajiban membantu pemulihan ekonomi Iran dengan nilai minimal 300 miliar dolar AS.

Laporan itu memicu perhatian dunia internasional karena dianggap menjadi sinyal baru mencairnya hubungan antara kedua negara yang selama bertahun-tahun berada dalam ketegangan tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini