INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memberikan dampak positif terhadap postur APBN 2026.
Salah satu efek yang paling terasa adalah kemungkinan berkurangnya tekanan terhadap anggaran subsidi energi.
Menurut Purbaya, meredanya ketegangan di kawasan Selat Hormuz dapat membuat harga energi global lebih stabil.
Baca Juga: Program MBG Dikritik, Menteri HAM Pigai: Itu Bagian dari Pemenuhan HAM
Dengan kondisi tersebut, dana yang sebelumnya disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan subsidi energi berpeluang tidak terserap sepenuhnya.
Purbaya menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah menyiapkan sebagian anggaran untuk menjaga subsidi apabila konflik Timur Tengah membuat harga minyak dunia terus melonjak.
Namun, jika situasi geopolitik membaik, kebutuhan anggaran tersebut bisa jauh lebih rendah dari perkiraan awal.
“Sebagian anggaran memang sudah kita sisihkan untuk subsidi. Kalau tekanan energi berkurang, berarti ada ruang untuk membiayai program lain yang dianggap penting oleh Presiden,” ujar Purbaya.
Kesepakatan damai antara Washington dan Teheran disebut mencakup penghentian konflik, pencabutan blokade terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz setelah perjanjian resmi diteken pada Jumat, 19 Juni 2026.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Karena itu, setiap gangguan di kawasan tersebut dapat langsung memengaruhi harga energi global, termasuk beban subsidi negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan itu akan memastikan Selat Hormuz kembali terbuka dan bebas dilalui tanpa pungutan biaya.
Pernyataan tersebut disambut positif pasar karena dianggap mampu menurunkan risiko gangguan pasokan energi.