INSIBERNEWS - Sikap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru, Nanik S. Deyang, mencuri perhatian publik usai terlihat menghindari pertanyaan wartawan terkait pengadaan motor listrik.
Usai menghadiri rapat bersama DPR membahas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 15 Juni 2026. Nanik sempat dihujani pertanyaan terkait pengadaan motor listrik BGN yang kini menjadi polemik hukum.
“Bu, soal motor listrik di lapangan bagaimana? Kan tadi sempat dibahas soal anggaran,” tanya salah satu wartawan.
Baca Juga: BGN Bersih-Bersih Program MBG, Semua Dapur Bakal Diaudit selama Libur Sekolah
Bukannya menjawab, Nanik memilih kabur dengan berjalan cepat menuju mobil dinas yang sudah menunggu tanpa memberikan jawaban.
Nanik memilih tetap berjalan menuju mobil Toyota Alphard putih yang menjemputnya tanpa memberikan tanggapan.
Dalam kesempatan itu, rekan jurnalis juga sempat menanyakan soal aksi demonstrasi yang belakangan ramai terjadi, tetapi lagi-lagi tak dijawab.
Baca Juga: Bahlil Siapkan Tambahan Kuota BBM Subsidi, Solar dan Minyak Tanah Diusulkan Naik pada 2027
Seperti yang diketahui, kasus pengadaan motor listrik di tubuh BGN sebelumnya memang tengah menjadi perhatian publik.
Pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana, BGN diketahui mengadakan 21.801 unit motor listrik dengan total anggaran mencapai Rp1,03 triliun.
Motor tersebut disebut akan digunakan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program MBG.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Orang Tua, Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Dibuka Hari Ini
Namun, proses pengadaan diduga bermasalah. Aparat penegak hukum menemukan indikasi markup harga dalam proyek tersebut. Selain itu, vendor pengadaan juga dinilai belum memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis.
Akibat kasus itu, Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka, termasuk Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, hingga pimpinan perusahaan vendor pengadaan.