INSIBERNEWS - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami jeda sementara selama masa libur sekolah.
Kebijakan tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap pelaksanaan program di berbagai daerah.
Penghentian sementara ini bukan berarti program dihentikan permanen. Sebaliknya, BGN ingin memanfaatkan periode liburan untuk melakukan pembenahan agar layanan yang diberikan kepada para siswa dapat berjalan lebih optimal ketika tahun ajaran baru dimulai.
Baca Juga: Gempa Bumi M 6,7 Guncang Palu, BMKG Catat Rentetan Gempa Susulan
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa masa jeda tersebut akan digunakan untuk melakukan audit terhadap seluruh dapur penyedia makanan yang selama ini terlibat dalam program MBG.
Langkah itu dilakukan guna memastikan standar operasional berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kualitas layanan, kebersihan, keamanan pangan, hingga tata kelola distribusi makanan dapat terus ditingkatkan.
BGN ingin memastikan setiap dapur mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Diduga Terlalu Banyak Hasutan, Ruben Onsu Akhirnya Gugat Hak Asuh Kedua Anaknya
Selain audit dapur, BGN juga akan melakukan penataan terhadap berbagai aspek pendukung program.
Mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, sistem pengawasan, proses distribusi, hingga mekanisme pelaporan akan menjadi bagian dari evaluasi selama masa libur sekolah.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Baca Juga: Geger! Pria Ditusuk hingga Tewas saat Sedang Gendong Anak di Kemayoran, Polisi Masih Buru Pelaku
Karena itu, pemerintah menilai pengawasan dan perbaikan berkala sangat penting agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.