INSIBERNEWS - Ketegangan yang selama berbulan-bulan membayangi kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal yang menjadi fondasi bagi berakhirnya konflik serta pemulihan hubungan kedua negara secara bertahap.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kedua pihak telah menyepakati kerangka perdamaian yang akan membuka jalan menuju stabilitas kawasan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Rayu Investor Jerman, Sektor Mobil Listrik hingga Chip Jadi Prioritas
Kesepakatan tersebut juga mencakup normalisasi sejumlah aktivitas ekonomi dan perdagangan internasional yang sebelumnya terganggu akibat konflik.
Salah satu poin yang menjadi sorotan dunia adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi global itu diharapkan kembali beroperasi normal sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap pasar minyak dan rantai pasok internasional.
Baca Juga: Bahlil Siapkan Tambahan Kuota BBM Subsidi, Solar dan Minyak Tanah Diusulkan Naik pada 2027
Sebagai bagian dari kesepakatan, Washington disebut akan mulai melonggarkan sejumlah pembatasan terhadap Iran, termasuk membuka peluang pencabutan sanksi ekonomi secara bertahap. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung proses pemulihan ekonomi dan membangun kepercayaan antara kedua negara.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan bahwa proses perdamaian akan dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama berupa penandatanganan nota kesepahaman sebagai dasar penghentian konflik dan operasi militer yang selama ini berlangsung.
Baca Juga: Megawati Bela Aksi Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Singgung Pengawalan TNI-Polri Berlebihan
Setelah itu, kedua negara akan memasuki masa negosiasi lanjutan selama sekitar 60 hari. Pembahasan akan mencakup isu-isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran, aset yang dibekukan di luar negeri, serta berbagai aspek kerja sama yang masih menjadi perdebatan.
Menurut pihak Iran, sejumlah persoalan sensitif sengaja tidak dimasukkan dalam tahap awal agar proses perdamaian dapat berjalan lebih cepat.
Teheran menilai penyelesaian isu strategis membutuhkan pembahasan yang lebih mendalam dan dilakukan dalam suasana yang lebih kondusif.