news

Presiden Prabowo Rayu Investor Jerman, Sektor Mobil Listrik hingga Chip Jadi Prioritas

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:48 WIB
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Jerman Frank-Walter di Jakarta (Dok. Sekretariat Presiden)

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto mengajak Jerman untuk memperluas investasi di berbagai sektor strategis yang tengah menjadi fokus pembangunan Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama ekonomi yang lebih erat antara kedua negara, terutama di bidang industri masa depan yang memiliki nilai tambah tinggi dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Bahlil Siapkan Tambahan Kuota BBM Subsidi, Solar dan Minyak Tanah Diusulkan Naik pada 2027

Indonesia secara khusus menawarkan peluang investasi pada sektor transisi energi yang saat ini menjadi agenda utama pemerintah.

Pengembangan energi bersih dan teknologi ramah lingkungan dinilai menjadi area yang dapat dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Jerman.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama di bidang hilirisasi industri. Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri sebelum diekspor ke pasar internasional.

Baca Juga: Megawati Bela Aksi Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Singgung Pengawalan TNI-Polri Berlebihan

Sektor kendaraan listrik turut menjadi perhatian dalam pembahasan kedua pemimpin negara. Indonesia yang memiliki cadangan mineral penting untuk industri baterai kendaraan listrik ingin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia.

Tidak hanya itu, Prabowo juga mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan Jerman dalam pengembangan industri semikonduktor.

Industri ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung berbagai teknologi modern, mulai dari otomotif hingga perangkat elektronik.

Baca Juga: GEGER! Istri Tewas dengan Luka Gorok di Leher, Suami Menyerahkan Diri ke Polisi

Menurut Prabowo, kunjungan Presiden Steinmeier berlangsung pada momentum yang sangat penting. Di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang masih penuh tantangan, kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Jerman dinilai dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

Pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal menuju peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman yang akan diperingati pada 2027 mendatang.

Halaman:

Tags

Terkini