INSIBERNEWS - Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Nusa Tenggara Timur diminta meningkatkan kewaspadaan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob pada periode 13 hingga 15 Juni 2026.
Peringatan tersebut berkaitan dengan fenomena astronomi Super New Moon atau Bulan Baru Super yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 Juni 2026.
Baca Juga: Ekstasi dan Sabu Cair Senilai Rp18,5 Miliar Gagal Masuk Jawa Timur, Dua Pelaku Berhasil Ditangkap
Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasang maksimum air laut sehingga memicu genangan di sejumlah wilayah pesisir.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenote'k, menjelaskan bahwa kenaikan muka air laut akibat fenomena tersebut dapat semakin diperkuat oleh faktor cuaca, arah angin, dan kondisi gelombang laut yang terjadi secara bersamaan.
Baca Juga: Korea Utara Tutup Pintu Denuklirisasi, Sebut Status Negara Nuklir Tak Bisa Diganggu Gugat!
BMKG memprediksi beberapa wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Pulau Flores-Alor, Pulau Sabu-Raijua, Pulau Sumba, hingga kawasan pesisir Pulau Timor dan Rote.
Warga yang bermukim maupun beraktivitas di sekitar pantai diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan resmi.
Banjir rob sendiri merupakan peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat pasang tinggi. Meski tidak selalu disertai hujan, fenomena ini dapat menyebabkan genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat serta merusak fasilitas di kawasan pesisir.
Baca Juga: Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Ditandatangani Hari Ini, Selat Hormuz Siap Dibuka Kembali
Selain mengancam permukiman warga, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan, usaha tambak garam, perikanan pesisir, hingga transportasi laut berisiko mengalami gangguan selama periode pasang maksimum berlangsung.
BMKG mencatat pola angin di wilayah NTT saat ini bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 6 hingga 30 knot.
Angin kencang terpantau di sejumlah perairan strategis seperti Laut Sawu, Selat Ombai, Selat Alor, Selat Pantar, hingga kawasan perairan sekitar Timor dan Rote.
Baca Juga: Pria di Lampung Barat Ditusuk Brutal di Kafe Remang-remang, Pelaku Ditangkap Polisi