“Kalau sekarang, cucu saya sudah sadar, tapi dia masih takut kalau bertemu orang,” ujar Linda.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/6). Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, terlihat dua remaja membawa korban menuju tiang listrik sebelum akhirnya terjadi insiden yang membuat bocah itu terluka parah.
Kondisi psikologis korban kini juga menjadi perhatian keluarga karena anak tersebut mengalami trauma pascakejadian.
Baca Juga: HUT Jakarta 2026, Pemprov Gratiskan Transportasi Umum, Ancol dan Ragunan Selama Dua Hari
Kompol Rita menambahkan, hingga saat ini kedua remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut masih belum dimintai keterangan resmi oleh penyidik.
Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan akan terus berjalan untuk mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Kasus dugaan perundungan anak ini pun memicu keprihatinan publik, terutama terkait keamanan anak saat bermain di lingkungan permukiman serta pentingnya pengawasan terhadap tindakan kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur. ***