news

Ribuan Ton Sampah Satelit di Luar Angkasa Makin Padat, Bumi di Minta Waspada!

Senin, 1 Juni 2026 | 18:34 WIB
Lebih dari 33 Ribu Puing Antariksa Mengorbit Bumi (Dok. Getty Images)

INSIBERNEWS - Para ilmuwan dan insinyur antariksa dunia mulai menyoroti meningkatnya jumlah sampah luar angkasa yang kini memenuhi orbit Bumi.

Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena dapat mengganggu operasional satelit hingga memicu risiko tabrakan berantai di luar angkasa.

Baca Juga: Pencarian Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Masih Berlanjut, Area TKP Diklaim Belum Aman

Data pemantauan terbaru menunjukkan terdapat lebih dari 33 ribu objek puing antariksa yang saat ini terlacak mengorbit Bumi.

Total massa seluruh sampah antariksa tersebut diperkirakan mencapai sekitar 15.800 ton, terdiri dari sisa satelit rusak, bagian roket bekas peluncuran, hingga serpihan hasil tabrakan di orbit.

Yang menjadi perhatian utama, puing-puing tersebut bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 28.000 kilometer per jam.

Baca Juga: Jalan Ambles di Lenteng Agung Ditutup Sementara, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif Lain

Dengan kecepatan seperti itu, benda berukuran kecil sekalipun berpotensi menimbulkan kerusakan serius apabila menghantam satelit aktif atau wahana antariksa.

Para peneliti memperingatkan bahwa kepadatan sampah antariksa yang terus meningkat dapat memicu fenomena tabrakan berantai atau yang dikenal sebagai Kessler Syndrome. Kondisi ini terjadi ketika tabrakan antarobjek di orbit menghasilkan lebih banyak serpihan baru yang kemudian meningkatkan risiko benturan berikutnya.

“Jika tidak dikendalikan, sampah antariksa dapat mengancam infrastruktur penting dunia, termasuk komunikasi, navigasi GPS, hingga pengamatan cuaca,” ujar sejumlah peneliti dalam laporan pemantauan terbaru terkait kondisi orbit Bumi.

 Baca Juga: Gempa Bumi di Jawa Barat Meningkat selama Mei 2026, BMKG imbau Warga Tetap Waspada

Meski sebagian besar puing antariksa akan terbakar saat memasuki atmosfer, tidak sedikit objek yang tetap bertahan di orbit selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Karena itu, berbagai lembaga antariksa dunia kini mulai mengembangkan teknologi pembersihan orbit, mulai dari satelit penangkap puing hingga sistem penghancuran sampah di luar angkasa.

Meningkatnya aktivitas peluncuran satelit komersial dalam beberapa tahun terakhir juga disebut memperbesar risiko penumpukan sampah antariksa. Para ahli menilai kerja sama internasional sangat dibutuhkan agar orbit Bumi tetap aman dan tidak menjadi “tempat sampah raksasa” yang membahayakan masa depan eksplorasi luar angkasa.***

Tags

Terkini