INSIBERNEWS - Media sosial kembali diramaikan dengan kabar sejumlah gerai disebut menghentikan operasional sementara pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026.
Informasi tersebut viral setelah beredarnya pengumuman yang menyebut toko akan kembali beroperasi pada Selasa, 2 Juni 2026.
Dalam unggahan yang tersebar luas di platform X atau Twitter, tertulis pemberitahuan bahwa operasional toko ditutup sementara untuk beberapa wilayah. Kabar itu langsung memicu berbagai pertanyaan dari masyarakat, terutama pelanggan yang biasa berbelanja kebutuhan harian di gerai minimarket tersebut.
Baca Juga: Prabowo Bentuk Komite Kereta Cepat, AHY Ditunjuk Pimpin Pengawasan Proyek Jakarta-Bandung
Sejumlah warganet menyebut penutupan terjadi di beberapa daerah, mulai dari Jakarta hingga Kediri.
Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi secara menyeluruh dari pihak perusahaan terkait alasan pasti penghentian operasional tersebut. Situasi ini membuat spekulasi di media sosial terus berkembang.
Banyak pihak menduga penutupan sementara itu berkaitan dengan aksi protes karyawan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Diketahui, ratusan pegawai mendatangi Menara Indomaret di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, untuk menyuarakan keberatan terkait kebijakan upah lembur pada hari libur nasional.
Baca Juga: Pasokan Minyak Dunia Menyusut, Ancaman Krisis Energi Mulai Menghantui Pasar Global
Aksi tersebut dipicu kabar bahwa upah lembur pekerja di hari tanggal merah disebut akan diganti dengan tambahan hari libur atau off tambahan.
Kebijakan itu menuai penolakan dari sebagian pekerja karena dianggap tidak sesuai dengan hak ketenagakerjaan yang seharusnya diterima karyawan.
Dalam aksi unjuk rasa itu, massa yang tergabung dalam serikat pekerja menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perusahaan. Mereka meminta tidak ada tekanan terhadap pekerja, menuntut pembayaran upah lembur sesuai aturan, serta mendesak perusahaan mematuhi ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Rusia Diduga Bersiap Lancarkan Serangan Baru ke Ukraina, Zelenskyy Desak Dukungan Militer Dipercepat
Selain itu, para pekerja juga meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak yang diduga melakukan intimidasi kepada karyawan.