“Penyebabnya ada crossing dengan hong ukuran sekitar tiga meter, kemungkinan karena sudah berusia sehingga keropos,” jelas Sartono kepada wartawan.
Hingga kini, petugas SDA Jakarta Selatan terus melakukan penanganan di lokasi. Alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk mengangkat material dan puing yang jatuh ke dalam lubang, sementara proses perbaikan dilakukan secepat mungkin guna memulihkan akses lalu lintas di kawasan tersebut.
Peristiwa amblesnya Jalan Lenteng Agung ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan infrastruktur bawah tanah secara berkala, terutama pada jalur padat kendaraan yang berada di atas saluran air maupun konstruksi beton berusia tua. ***