news

Bahaya Mengintai di Medsos, Komdigi Ungkap 50 Persen Anak RI Terpapar Konten Seksual

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB
Ilustrasi - Bahaya Mengintai di Medsos, Komdigi Ungkap 50 Persen Anak RI Terpapar Konten Seksual (Istimewa )

INSIBERNEWS - Fakta mengejutkan diungkapkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait keamanan anak di ruang digital, terdapat temuan terbaru, sekitar separuh anak di Indonesia telah terpapar konten bermuatan seksual melalui media sosial.

Data tersebut menjadi alarm serius bagi orang tua, pendidik, hingga pemerintah mengenai meningkatnya ancaman digital yang menyasar kelompok usia rentan.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar, mengatakan perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan besar dalam perlindungan anak.

Baca Juga: Awas Modus Paranormal Palsu! Pemuda 19 Tahun Kehilangan Motor Saat Ritual Buang Sial

Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap berbagai ancaman di internet, terutama melalui platform media sosial yang kini mudah diakses.

“Sebanyak 50,3 persen anak terpapar konten bermuatan seksual melalui media sosial. Jadi bisa dibayangkan, dari sekitar 80 juta anak di Indonesia, setengahnya sudah terpapar. Selain itu, 48 persen mengalami kekerasan gender berbasis online,” ujar Alfreno seperti dikutip dari laman Komdigi, Kamis (28/5/2026).

Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman di dunia digital bukan lagi persoalan kecil. Paparan konten negatif dan interaksi berisiko di internet dinilai dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak.

Baca Juga: Berkemah Berakhir Tragis, Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tenda Wisata Posong Temanggung

Alfreno menjelaskan bahwa terdapat dua jenis ancaman utama yang perlu menjadi perhatian, yakni risiko konten dan risiko kontak.

Risiko konten terjadi ketika anak-anak terpapar berbagai materi di internet tanpa filter yang memadai. Dengan akses luas ke media sosial, anak bisa menemukan berbagai jenis informasi, mulai dari yang bermanfaat hingga yang berpotensi merusak.

Menurut Alfreno, akses digital yang tidak dibarengi pengawasan dapat membuat anak dengan mudah mengonsumsi konten negatif.

Baca Juga: Gencatan Senjata Dipertanyakan, Israel Kembali Serang 47 Wilayah di Lebanon, Korban Tembus Tembus 3,269 Orang

“Anak-anak dengan adanya akses ke media sosial bisa terpapar konten apa pun, baik negatif maupun positif,” jelasnya.

Sementara itu, risiko kontak dinilai tak kalah berbahaya. Risiko ini muncul ketika anak-anak berinteraksi dengan orang asing melalui media sosial atau platform digital lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini