“Ini mencerminkan praktik kampanye hitam yang tidak sehat dalam kehidupan berbangsa,” tegas Hasanuddin.
Lebih lanjut, mereka menilai narasi seperti itu berpotensi mendelegitimasi pemerintahan yang sah tanpa dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
SIAGA 98 juga memberikan pembelaan terhadap Teddy Indra Wijaya yang dinilai menjadi sasaran tudingan tidak berdasar. Mereka menekankan bahwa Teddy memiliki rekam jejak profesional dan integritas yang kuat.
Baca Juga: Trump Lanjutkan Blokade, Iran Tak Tinggal Diam Siapkan Balasan Tak Terduga
Diketahui, Teddy merupakan mantan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang dikenal dengan disiplin tinggi dan dedikasi terhadap negara.
“Sebagai prajurit profesional, ia ditempa dengan nilai integritas dan pengabdian. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat sipil,” jelas Hasanuddin.
Menutup pernyataannya, SIAGA 98 mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan bijak dalam menyikapi informasi, terutama yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Ed Sheeran Ungkap Sempat Idap Herpes Zoster, Penampilannya Kini Bikin Pangling
Mereka menekankan pentingnya menjaga ruang publik tetap sehat dengan mengedepankan fakta, rasionalitas, dan etika.
“Demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh jika ruang publik diisi dengan kejujuran, integritas, dan penghormatan terhadap fakta,” pungkasnya. ***