news

Dua Kapal India Ditembak di Hormuz, New Delhi Panggil Dubes Iran

Minggu, 19 April 2026 | 15:55 WIB
Ketegangan di Selat Hormuz, India Layangkan Protes ke Iran Usai Insiden Penembakan Kapal (REUTERS)

INSIBERNEWS - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah dua kapal tanker berbendera India dilaporkan ditembak oleh pihak Iran pada Jumat, 18 April 2026, memicu reaksi keras dari pemerintah India.

Insiden tersebut mendorong New Delhi untuk segera mengambil langkah diplomatik dengan memanggil Duta Besar Iran.

Pemerintah India menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang dinilai mengancam keamanan pelayaran internasional, khususnya bagi kapal-kapal yang membawa kepentingan energi negara tersebut.

 Baca Juga: Gagal Damai, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Usai Tuduh AS Ingkar Janji

Kementerian Luar Negeri India melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa Sekretaris Vikram Misri telah menyampaikan langsung protes kepada perwakilan Iran.

“Menyampaikan keprihatinan mendalam India atas insiden penembakan sebelumnya yang melibatkan dua kapal berbendera India di Selat Hormuz,” demikian isi pernyataan tersebut.

Selain menyampaikan protes, India juga mendesak Iran untuk menjamin kelancaran jalur pelayaran, terutama bagi kapal-kapal dengan tujuan India yang melintasi selat strategis tersebut.

“Melanjutkan proses memfasilitasi kapal-kapal tujuan India melintasi selat,” lanjut pernyataan resmi itu, seraya meminta agar pesan tersebut diteruskan kepada otoritas di Teheran.

 Baca Juga: Donald Trump Balas Kritik Keras Paus Leo XIV Setelah Dikecam soal Iran

Berdasarkan laporan dari situs pemantau maritim TankerTrackers, dua kapal tersebut sempat dipaksa berbalik arah oleh Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC). Salah satunya merupakan kapal tanker super jenis VLCC yang mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah asal Irak.

Peristiwa ini menjadi sorotan mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Gangguan di wilayah ini berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas, termasuk bagi India yang sangat bergantung pada impor energi.

 Baca Juga: AWG Sambut Baik Gencatan Senjata AS–Iran, Soroti Situasi Gaza yang Belum Stabil

Sebagai salah satu importir terbesar gas minyak cair (LPG) di dunia, India diketahui memenuhi sekitar 60 persen kebutuhan domestiknya dari impor. Kondisi ini membuat stabilitas jalur distribusi menjadi faktor krusial bagi ketahanan energi nasional.

Dalam beberapa pekan terakhir, India sebenarnya telah berupaya mengamankan jalur pelayaran bagi kapal-kapalnya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari lalu.

Halaman:

Tags

Terkini