news

Wacana Plastik dari CPO Bikin Pelaku Usaha Mamin Deg-degan, Lebih Mahal atau Murah?

Minggu, 19 April 2026 | 13:53 WIB
CPO akan jadi bahan plastik baru (Dok. Renters)

INSIBERNEWS - Industri makanan dan minuman nasional mulai menyuarakan kekhawatiran atas potensi kenaikan biaya produksi, menyusul rencana pemerintah yang tengah mengkaji penggunaan bahan baku alternatif untuk plastik berbasis minyak kelapa sawit atau CPO.

Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari upaya diversifikasi bahan baku sekaligus mengurangi ketergantungan pada plastik berbasis fosil, namun di sisi lain berpotensi menambah beban bagi pelaku industri.

Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Melonjak! Pemerintah Tegaskan Ikuti Mekanisme Pasar

Direktur Kokola Group, Richard Cahyadi, menyebut bahwa peralihan bahan baku plastik ke CPO berisiko mendorong harga kemasan menjadi lebih mahal dibandingkan bahan konvensional.

"Kalau bahan bakunya berubah, apalagi ke CPO, otomatis ada penyesuaian biaya. Dan itu biasanya lebih tinggi," ujarnya dalam media briefing di Gresik, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026).

Ia menekankan bahwa persoalan utama yang dihadapi pelaku usaha bukan hanya kenaikan harga, tetapi fluktuasi yang tidak menentu.

Baca Juga: Masyarakat Bisa Lega, Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap Stabil hingga Akhir 2026

"Yang paling berat itu ketika harga naik, lalu turun, kemudian naik lagi. Kalau sudah stabil, kita bisa cari titik tengah. Tapi kalau terus berubah, itu yang bikin sulit," katanya.

Ketidakpastian tersebut dinilai dapat mengganggu perencanaan bisnis, terutama dalam menentukan harga jual produk di pasar yang sensitif terhadap perubahan harga.

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang sangat bergantung pada kemasan plastik, baik untuk menjaga kualitas produk maupun memperpanjang masa simpan.

Baca Juga: Puluhan Warga Kabupaten Lebak Diduga Jadi Korban Umrah Murah

Karena itu, setiap kenaikan biaya pada sektor kemasan akan langsung berdampak pada struktur biaya produksi secara keseluruhan.

Di sisi lain, pemerintah mendorong inovasi bahan baku plastik berbasis sawit sebagai bagian dari strategi hilirisasi industri dan peningkatan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Langkah ini juga sejalan dengan tren global yang mulai beralih ke bahan yang dianggap lebih ramah lingkungan, meski implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini