“VM sempat mengirim tangkapan layar video disertai ancaman akan menyebarkannya jika tidak diberi uang,” ungkap pihak Propam.
Meski sempat meragukan ancaman tersebut, FCL akhirnya melunasi biaya penginapan secara langsung. Namun, ia mengaku terkejut saat mengetahui video tersebut telah beredar luas di media sosial.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa video tersebut disebarkan oleh VM, meskipun hingga kini yang bersangkutan belum berhasil dimintai keterangan karena keberadaannya belum diketahui.
FCL Ditahan, Kasus Siap Disidangkan
Sebagai langkah tegas, Propam Polres Rote Ndao telah menempatkan Brigpol FCL dalam penempatan khusus (Patsus) selama proses hukum berlangsung.
Selain itu, berkas perkara disebut telah rampung dan siap untuk dibawa ke persidangan etik.
Kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian sebagai bentuk komitmen dalam menegakkan disiplin dan menjaga integritas institusi di mata publik. ***