Keduanya melintas menggunakan sepeda motor dengan mengenakan seragam sekolah saat diduga dihentikan oleh oknum tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar, Bripda MS diduga memukul korban menggunakan helm hingga keduanya terjatuh dari kendaraan.
Akibat insiden tersebut, salah satu korban berinisial AT (14) meninggal dunia dan telah dimakamkan pada Kamis (19/2/2026). Sementara itu, satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga: Berjualan di Teras Rumah, Ibu Pedagang Sayuran di NTT Kena Geruduk Petugas Satpol PP
Peristiwa ini memicu perhatian publik dan menambah daftar kasus dugaan kekerasan aparat yang berujung pada korban jiwa. Masyarakat kini menantikan langkah tegas dan transparan dari institusi kepolisian dalam menangani perkara tersebut.
Sahroni menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas tidak harus identik dengan tindakan represif. Sebaliknya, pendekatan yang humanis dan preventif dinilai lebih efektif dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.