INSIBERNEWS - Otoritas kesehatan Thailand memperketat pengawasan di sejumlah bandara internasional menyusul laporan kemunculan virus Nipah di kawasan Asia Selatan. Langkah antisipatif ini dilakukan meski hingga kini belum ditemukan kasus terkonfirmasi di dalam negeri.
Bandara-bandara utama yang menjadi fokus pengawasan antara lain Suvarnabhumi Airport dan Don Mueang Airport di Bangkok, serta Phuket International Airport. Ketiga pintu masuk internasional tersebut dinilai memiliki volume penumpang tinggi dari berbagai negara.
Baca Juga: Demam BTS Guncang Meksiko! Tiket Konser Ludes Terjual, Antusiasme Fans Berujung Surat Presiden
Pemeriksaan dilakukan secara preventif dengan pemindaian suhu tubuh, evaluasi kondisi kesehatan penumpang, serta pembagian kartu kewaspadaan kesehatan. Penumpang diminta melaporkan diri ke fasilitas medis apabila mengalami gejala tertentu setelah tiba di Thailand.
Pemerintah Thailand menilai langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini mengingat virus Nipah termasuk penyakit menular berisiko tinggi. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus tersebut.
Baca Juga: 15,3 Juta Warga Masih Unbanked, LPS Pasang Target Turunkan Angka Signifikan pada 2026
Selain memperketat pengawasan di bandara, otoritas kesehatan juga meningkatkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan imigrasi, maskapai penerbangan, dan rumah sakit rujukan. Sistem respons cepat disiapkan untuk menangani kemungkinan kasus impor.
Thailand juga menjalin komunikasi intensif dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna memastikan kesiapan sistem kesehatan nasional. Pertukaran data dan informasi dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan situasi regional.
Baca Juga: Bersih-bersih Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siapkan Pergantian Pejabat Secara Besar-besaran
Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah. Penularan juga dapat terjadi lewat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak langsung antar manusia.
Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan gejala serius, mulai dari demam, sakit kepala, gangguan pernapasan, hingga radang otak akut yang berisiko fatal. Tingkat kematiannya tergolong tinggi, sehingga pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama pengendalian.
***