news

Ambisi Trump Kuasai Greenland Bikin Hubungan AS dan NATO Memanas

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:16 WIB
Ambisi Trump Kuasai Greenland Bikin Hubungan AS dan NATO Memanas (AP)



INSIBERNEWS - Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Greenland dari Denmark memicu kegelisahan serius di dalam aliansi NATO.

Wacana tersebut bukan hanya mengundang kritik, tetapi juga mendorong sejumlah negara anggota NATO bersatu menyuarakan pentingnya menghormati kedaulatan Greenland.

Beberapa negara Eropa menilai pernyataan Trump berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan mengancam persatuan NATO. Greenland sendiri merupakan wilayah otonomi di bawah Kerajaan Denmark dan memiliki posisi strategis serta kekayaan mineral yang signifikan di kawasan Arktik.

Baca Juga: Tarif Listrik Aman Sepanjang Tahun, Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan di 2026

Trump: AS Selalu Ada untuk NATO, Tapi Tidak Sebaliknya
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat selalu menjadi tulang punggung NATO. Namun, ia secara terbuka meragukan komitmen timbal balik dari para sekutu jika Washington suatu saat membutuhkan bantuan.

“Kita akan selalu mendukung NATO, meskipun mereka mungkin tidak melakukan hal yang sama untuk kita,” tulis Trump, Kamis (8/1/2026).

Pernyataan ini muncul sehari setelah Gedung Putih menyampaikan bahwa Trump tidak sepenuhnya menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, sebuah pernyataan yang langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Baca Juga: Delcy Rodríguez Bantah Klaim AS Kuasai Venezuela, Tegaskan Negaranya Tetap Berdaulat!

Kritik Trump soal Anggaran Pertahanan NATO
Trump kembali mengangkat isu lama terkait kontribusi anggaran pertahanan negara-negara anggota NATO. Ia menuding banyak sekutu gagal memenuhi komitmen belanja militer, sehingga AS harus menanggung beban terbesar.

“Amerika Serikat selama ini membayar terlalu banyak. Saya yang memaksa mereka menaikkan anggaran hingga 5 persen dari PDB, dan akhirnya mereka membayar,” tulis Trump.

Meski demikian, ia tetap menyebut negara-negara NATO sebagai “teman”, menandakan sikap ambigu antara kritik keras dan upaya menjaga hubungan diplomatik.

Baca Juga: Hati-hati Modus Kejahatan, Berikut Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit BRI

Trump Klaim China dan Rusia Tak Takut NATO Tanpa AS
Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung posisi geopolitik global. Ia mengklaim bahwa China dan Rusia tidak merasa terancam oleh NATO tanpa kehadiran Amerika Serikat.

“China dan Rusia hanya menghormati dan takut pada Amerika Serikat yang saya bangun kembali,” ujar Trump, merujuk pada dirinya sendiri.

Pernyataan ini semakin mempertegas pandangan Trump bahwa AS adalah elemen kunci dalam kekuatan dan kredibilitas NATO di mata dunia.

Halaman:

Tags

Terkini