news

Eddy Soeparno Ingatkan Risiko Krisis Energi, Pemerintah Diminta Siaga Hadapi Gejolak Minyak Dunia

Selasa, 6 Januari 2026 | 08:19 WIB
Waka MPR Eddy Soeparno (Instagram @eddy_seoparno)

INSIBERNEWS - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah bersikap waspada terhadap potensi gejolak harga minyak dunia menyusul meningkatnya tensi geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Venezuela. Menurutnya, konflik tersebut berisiko memicu krisis energi global jika tidak diantisipasi sejak dini.

Eddy menilai posisi Venezuela sebagai salah satu negara pemasok minyak mentah dunia membuat situasi ini tak bisa dianggap sepele.

Gangguan produksi atau distribusi dari negara tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan pasar energi internasional dan mendorong lonjakan harga minyak.

Baca Juga: Biaya Membengkak! Dedi Mulyadi Wacanakan Setop Sementara Operasional Bandara Kertajati

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, Indonesia harus belajar dari berbagai krisis global sebelumnya. Kenaikan harga minyak dunia, kata dia, selalu berdampak langsung terhadap perekonomian nasional, terutama pada beban subsidi dan stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau kita bisa melakukan antisipasi sejak sekarang, dampak yang lebih luas sebenarnya bisa ditekan,” ujar Eddy.

Ia menilai langkah kebijakan yang tepat dan terukur akan membantu menjaga ketahanan fiskal negara. Menurutnya, pemerintah perlu segera menghitung berbagai skenario terburuk agar APBN tetap berada dalam kondisi sehat di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Muhammadiyah Resmi Tetapkan Awal Puasa 2026, Ramadhan Dimulai 18 Februari

“Sebelum krisis ini merembet dan dampaknya semakin meluas, antisipasi saat ini bisa dilakukan. Pilihan kebijakan yang relevan akan membantu menjaga ‘sehat’-nya APBN kita,” lanjut Eddy.

Eddy juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, khususnya kementerian yang berkaitan langsung dengan energi, keuangan, dan perdagangan. Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada dampak jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan strategi menghadapi efek jangka panjang.

“Perlu ada tindakan antisipasi dari kementerian terkait dengan melihat efek jangka pendek maupun jangka panjang dari situasi ini. Terutama kemungkinan kenaikan harga minyak dunia akibat tingginya permintaan, sementara pasokan global berkurang,” katanya.

Baca Juga: Tiang Monorel Era Lama Akan Dibongkar, Pramono Anung Siap Percantik Rasuna Said dan Senayan

Menurut Eddy, selain menjaga APBN, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap aman. Diversifikasi sumber energi dan penguatan cadangan strategis dinilai menjadi langkah penting agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik internasional dapat berdampak langsung pada kehidupan ekonomi nasional. Eddy berharap pemerintah bergerak cepat dan tidak bersikap reaktif ketika tekanan harga minyak sudah terlanjur membesar.***

Tags

Terkini