news

Emas Antam Terpeleset Lagi, Harga Anjlok Rp95 Ribu Jelang Tutup Tahun 2025

Selasa, 30 Desember 2025 | 15:19 WIB
Harga emas antam (Foto:istimewa)

INSIBERNEWS - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada perdagangan Selasa (30/12/2025). Logam mulia produksi BUMN tambang itu turun tajam Rp95.000 menjadi Rp2.501.000 per gram, melanjutkan tren koreksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback, yakni nilai yang diterima pemilik emas saat menjual kembali emas batangan ke Antam. Hari ini, harga buyback ikut merosot Rp95.000 ke level Rp2.360.000 per gram, sehingga selisih jual dan beli masih tergolong cukup lebar.

Baca Juga: Wamenkeu Pastikan Tutup APBN 2025 Rapi, Gaspol Siapkan Anggaran 2026

Harga tersebut berlaku untuk transaksi di Kantor Antam Pulo Gadung, Jakarta, dan menjadi acuan nasional. Namun demikian, Antam mencatat bahwa sejumlah pecahan emas batangan belum tersedia di laman resmi karena keterbatasan stok menjelang akhir tahun.

Berdasarkan data Logam Mulia Antam, emas ukuran kecil hingga besar sama-sama mengalami penyesuaian harga. Emas 0,5 gram dibanderol Rp1.300.500, sementara ukuran 1 gram dijual Rp2.501.000. Untuk pecahan 2 gram dan 3 gram masing-masing dilepas Rp4.942.000 dan Rp7.388.000.

Adapun emas berukuran menengah seperti 5 gram dipatok Rp12.280.000 dan 10 gram seharga Rp24.505.000. Sementara itu, emas 25 gram dijual Rp61.137.000 dan ukuran 50 gram mencapai Rp122.195.000.

Baca Juga: Kembali ke DPRD untuk Pilkada? Pengamat Khawatir Justru Picu Transaksi Elite yang Lebih Gila

Untuk investor bermodal besar, emas 100 gram dilepas Rp244.312.000. Pecahan 250 gram dibanderol Rp610.515.000, ukuran 500 gram senilai Rp1.220.820.000, hingga emas 1 kilogram yang kini berada di level Rp2.441.600.000.

Analis pasar menilai pelemahan harga emas domestik tidak lepas dari pergerakan harga emas global yang tertekan penguatan dolar AS serta sentimen suku bunga. Kondisi tersebut membuat investor cenderung menahan pembelian sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.

“Menjelang akhir tahun, pergerakan emas memang cenderung volatil. Banyak investor melakukan penyesuaian portofolio, sehingga harga bisa bergerak tajam dalam waktu singkat,” ujar seorang analis komoditas.

Baca Juga: Trump Sinyalir Umumkan Ketua The Fed Baru Awal 2026, Powell Kembali Disorot

Meski demikian, emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang. Penurunan harga justru kerap dimanfaatkan investor ritel untuk menambah kepemilikan, terutama bagi mereka yang berorientasi investasi jangka menengah hingga panjang.***

Tags

Terkini