news

Libur Sekolah Bukan Alasan Berhenti, Layanan MBG untuk Ibu dan Balita Tetap Berjalan

Senin, 29 Desember 2025 | 18:09 WIB
Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan selama Libur Nataru 2026 (Dok. BRI )

INSIBERNEWS - Pemerintah memastikan layanan pemenuhan gizi tetap berjalan selama masa libur sekolah akhir tahun. Badan Gizi Nasional (BGN) memfokuskan intervensi gizi kepada kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang dinilai sebagai kelompok paling rentan dan membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Fokus ini dilakukan karena pemenuhan gizi pada kelompok B3 berperan penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Periode tersebut dikenal sebagai masa emas pertumbuhan anak, di mana kekurangan gizi dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, kecerdasan, dan perkembangan anak.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Puncak Tanpa Kendaraan, Bogor Terapkan Car Free Night Demi Keamanan

Selama libur sekolah, BGN menegaskan bahwa intervensi gizi untuk kelompok ini tidak boleh terhenti. Pemerintah menilai kesinambungan layanan menjadi kunci untuk mencegah risiko stunting dan gangguan tumbuh kembang pada anak usia dini.

Program pemenuhan gizi tetap dilaksanakan pada sejumlah tanggal tertentu, yakni 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025. Pelayanan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan, termasuk distribusi dan kesiapan fasilitas di masing-masing daerah.

Selain menjaga keberlanjutan layanan di akhir tahun, pemerintah juga tengah bersiap untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serentak. Program nasional ini dijadwalkan mulai berjalan pada 8 Januari 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Polisi Ungkap Latar Belakang Pembunuhan Ibu oleh Anak Kandung di Medan, Ternyata Dendam Gegara Sering Dimarahin

Menjelang pelaksanaan serentak tersebut, pemerintah menetapkan masa persiapan pada 2 hingga 7 Januari 2026. Masa ini digunakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan seluruh aspek teknis dan operasional telah siap.

Fokus persiapan mencakup pengecekan dapur produksi, kesiapan sumber daya manusia, sistem distribusi makanan, hingga penerapan standar keamanan pangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

BGN juga mendorong pemerintah daerah dan mitra pelaksana untuk berperan aktif dalam pengawasan. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program gizi berjalan efektif dan menjangkau kelompok sasaran secara optimal.

Baca Juga: Puluhan Desa Lenyap Akibat Bencana, Pemerintahan Desa di Aceh Paling Terpukul

Pemerintah berharap, dengan tetap berjalannya layanan gizi selama libur sekolah dan persiapan matang menjelang MBG, upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya ibu dan anak, dapat berjalan lebih konsisten dan berkelanjutan.***

Tags

Terkini