INSIBERNEWS - Israel resmi mengoperasikan sistem pertahanan berbasis laser bernama Iron Beam, sebuah teknologi yang disebut-sebut mampu mengubah cara negara itu menghadapi ancaman serangan udara.
Sistem ini diklaim efektif menangkal roket, mortir, hingga drone dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding sistem pertahanan konvensional.
Militer Israel menyatakan Iron Beam kini telah masuk tahap operasional dan siap digunakan untuk melindungi wilayahnya dari berbagai ancaman. Pengaktifan sistem ini sekaligus menjadi sinyal kuat bagi pihak-pihak yang selama ini berseberangan dengan Israel, termasuk Iran dan kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.
Baca Juga: Pemulihan Pascabencana Dikebut, Ribuan Warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar Mulai Huni Hunian Sementara
Pernyataan tegas disampaikan oleh pejabat senior Israel, Katz, yang menyebut Iron Beam sebagai senjata “game changer” dalam sistem pertahanan nasional. Menurutnya, teknologi laser ini menawarkan kombinasi presisi tinggi, kecepatan respons, dan efisiensi biaya yang belum pernah ada sebelumnya.
“Iron Beam adalah sistem yang presisi, murah, dan sangat efektif dalam menghadapi ancaman seperti roket dan drone,” ujar Katz dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan, kehadiran Iron Beam melengkapi sistem pertahanan berlapis Israel, seperti Iron Dome dan David’s Sling. Dengan teknologi laser, Israel tidak lagi sepenuhnya bergantung pada interceptor berbasis rudal yang biayanya relatif mahal untuk setiap kali peluncuran.
Baca Juga: Elon Musk Soroti Rencana China Batasi Ekspor Perak, Industri Global Berpotensi Terdampak
Keunggulan utama Iron Beam terletak pada penggunaan energi laser berdaya tinggi yang mampu menghancurkan target di udara dalam hitungan detik. Selain biaya yang lebih rendah, sistem ini juga dinilai mampu merespons serangan secara masif, termasuk serangan drone dalam jumlah besar.
Katz turut memperingatkan pihak-pihak yang berniat menguji kemampuan militer Israel agar berpikir ulang. Ia menegaskan bahwa negaranya memiliki teknologi dan tekad untuk mempertahankan diri dari segala bentuk ancaman.
“Musuh-musuh Israel sebaiknya tidak mencoba menguji keunggulan teknologi dan keteguhan kami dalam menjaga keamanan negara,” tegasnya.
Baca Juga: Puluhan Desa Lenyap Akibat Bencana, Pemerintahan Desa di Aceh Paling Terpukul
Pengamat militer menilai pengoperasian Iron Beam dapat memicu dinamika baru dalam persaingan teknologi pertahanan di Timur Tengah. Negara-negara lain diperkirakan akan mempercepat pengembangan sistem serupa untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap keamanan regional.
Di tengah ketegangan yang masih tinggi di kawasan, langkah Israel ini tidak hanya dipandang sebagai penguatan pertahanan, tetapi juga pesan strategis bahwa Tel Aviv terus berinvestasi pada teknologi canggih untuk menjaga keunggulan militernya.***