news

Hujan Masih Mengintai Awal 2026, BMKG Minta Warga Lebih Siaga Jelang Tahun Baru

Minggu, 28 Desember 2025 | 18:51 WIB
Ilustrasi hujan (Foto: istimewa)

INSIBERNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia hingga memasuki awal Tahun Baru 2026. Kondisi atmosfer yang masih aktif diperkirakan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di berbagai daerah.

BMKG mencatat, dalam sepekan ke depan sejumlah wilayah memiliki peluang tinggi mengalami hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Masyarakat diminta tidak lengah, terutama di daerah yang memiliki riwayat bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Baca Juga: Rebutan Ponsel Berujung KDRT, Polisi Amankan Suami di Depok Usai Mata Sang Istri Luka Parah hingga Dioperasi

Di Pulau Sumatera, wilayah Riau dan Bengkulu masuk dalam daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang tinggi berpotensi memicu genangan hingga banjir di kawasan perkotaan dan daerah aliran sungai.

Sementara itu, di Pulau Jawa, potensi hujan lebat diprediksi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. BMKG mengingatkan daerah-daerah dengan kontur perbukitan agar waspada terhadap risiko longsor, terutama saat hujan turun dalam durasi panjang.

Untuk kawasan Kalimantan, wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan diperkirakan akan mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan. Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas transportasi sungai dan darat, serta kegiatan masyarakat di wilayah pesisir.

Baca Juga: Trafo Overheat Picu Kebakaran di Kantor Wali Kota Jaksel, Api Muncul Usai Ledakan Subuh

Di Sulawesi, hujan berpotensi melanda Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Adapun di kawasan timur Indonesia, NTB dan Papua Selatan juga masuk dalam wilayah yang diperkirakan mengalami hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, BMKG menyampaikan kabar relatif menggembirakan bagi wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi. Cuaca di kawasan tersebut diperkirakan lebih kondusif seiring keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Operasi Modifikasi Cuaca yang dilakukan mampu menurunkan intensitas hujan sekitar 15 hingga 23 persen, sehingga mendukung percepatan pemulihan di lapangan,” demikian keterangan BMKG.

Baca Juga: Jarang Keluar Rumah? Waspadai Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, berhati-hati saat melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara, serta memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, khususnya menjelang dan saat malam pergantian tahun.***

Tags

Terkini