news

Berenang di Arus Banjir Demi Nyawa Warga, Kisah Sertu Giman yang Tak Peduli Rumahnya Hancur

Minggu, 21 Desember 2025 | 12:03 WIB
Sertu Giman Saputra - Anggota Koramil 02 Karangbaru

INSIBERNEWS - Keselamatan warga menjadi prioritas utama bagi Sersan Satu (Sertu) Giman Saputra saat banjir bandang melanda Kecamatan Karangbaru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Personel TNI dari Koramil 02 Karangbaru, Kodim 0117/Aceh Tamiang itu tanpa ragu menerjang arus deras demi menyelamatkan tetangga-tetangganya, meski rumahnya sendiri ikut porak-poranda diterjang banjir.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa pagi, 26 November 2025, ketika hujan deras mengguyur wilayah itu sejak malam sebelumnya. Air sungai meluap cepat dan merendam permukiman warga hingga ketinggian lebih dari empat meter. Di tengah kepanikan warga yang terjebak di rumah masing-masing, teriakan minta tolong terdengar dari berbagai arah.

Baca Juga: Video Viral Ungkap Dugaan Pencemaran Solar di Genangan Air Pascabanjir Aceh Tamiang

Tanpa menunggu bantuan datang, Giman langsung bergerak seorang diri. Ia berenang bolak-balik di tengah arus dengan peralatan seadanya. Bahkan, untuk membuka jalan evakuasi, ia nekat menjebol dinding rumah warga menggunakan balok kayu agar penghuni di dalamnya bisa keluar dan diselamatkan.

Sebelum turun menolong warga, Giman memastikan istri dan anaknya lebih dulu berada di tempat aman. Ia sama sekali tak sempat memikirkan harta benda atau menyelamatkan isi rumahnya yang perlahan terendam air bah.

“Saya lihat keluarga sudah aman. Setelah itu, saya fokus ke warga sekitar. Waktu itu rasanya tidak tega kalau dibiarkan,” ujarnya.

Baca Juga: Video Viral Ungkap Dugaan Pencemaran Solar di Genangan Air Pascabanjir Aceh Tamiang

Dengan hanya bermodalkan ban bekas dan pelampung pinjaman, Giman mengevakuasi warga satu per satu. Lansia, orang dewasa, balita, bahkan seorang bayi berusia dua bulan berhasil ia bawa keluar dari rumah yang nyaris hanyut. Arus yang deras dan puing-puing bangunan tak menyurutkan langkahnya.

Aksi heroik itu berlangsung selama berjam-jam. Dalam kondisi fisik yang semakin melemah, Giman mengaku sempat hampir kehilangan kesadaran. Di tengah kelelahan, ia hanya bisa bersandar pada doa agar diberi kekuatan.

“Rasanya mau pingsan. Saya cuma berdoa, ‘Ya Allah, tolong beri saya kekuatan.’ Alhamdulillah, setelah itu semangat saya muncul lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Fokus Lindungi Psikologis Korban, SMKN 1 Rembang Buka Suara Soal Video Viral Perundungan Siswa Disabilitas

Puluhan warga berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman meski situasi terus memburuk. Beberapa bangunan roboh, sementara arus air masih membawa kayu, seng, dan barang-barang rumah tangga. Hingga akhirnya bantuan dari aparat dan relawan mulai berdatangan.

Meski rumahnya mengalami kerusakan berat, Giman mengaku tidak menyesal. Baginya, kehilangan harta benda tak sebanding dengan nyawa manusia yang berhasil diselamatkan.

Halaman:

Tags

Terkini