news

Eks Penyelidik KPK Singgung Dugaan Mafia Kayu di Balik Gelondongan yang Terbawa Banjir Sumatera

Kamis, 11 Desember 2025 | 07:58 WIB
Eks penyelidik KPK menyebut kemungkinan adanya praktik pembalakan liar hingga korupsi di Sumatera. (YouTube/Abraham Samad Speak Up)

INSIBERNEWS – Deretan potongan kayu besar yang ikut terseret arus banjir di Sumatera terus menuai pertanyaan. Publik bertanya-tanya, dari mana asal kayu-kayu dengan potongan rapi itu? Mantan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aulia Postiera, ikut menyoroti fenomena tersebut dan menyebut ada indikasi kuat pembalakan liar yang luput dari pengawasan.

Aulia mengaku gelisah melihat visual yang beredar di media sosial—baik foto maupun video—yang menunjukkan kayu gelondongan dengan diameter bervariasi tersangkut di permukiman warga. Menurutnya, bentuk potongan kayu itu terlalu “bersih” untuk sekadar pohon tumbang akibat banjir.

Baca Juga: Heboh! Ribuan Kayu Bertanda Kemenhut Terseret ke Pesisir Lampung, Pemerintah Buka Suara

“Banyak kayu gelondongan yang masuk ke wilayah penduduk yang disapu oleh banjir itu,” kata Aulia dalam podcast di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up yang tayang pada Rabu, 10 Desember 2025.

Ia menegaskan, pohon yang tumbang secara alami tidak akan meninggalkan potongan mulus seperti yang terlihat dalam banjir Sumatera.

Hal ini, menurutnya, adalah anomali yang justru memperkuat dugaan ada kegiatan penebangan yang berlangsung di hulu sebelum bencana terjadi.

Baca Juga: Pilu! Kebakaran Gedung Terra Drone Buat Seorang Suami Kehilangan Istrinya yang Sedang Hamil Tua

Dalam pandangannya, korupsi dan kerusakan lingkungan adalah dua hal yang saling berkaitan.

“Korupsi itu dampaknya bukan cuma ke birokrasi atau keuangan negara. Kerusakan lingkungan yang kita lihat sekarang ini salah satu akibatnya,” ungkapnya.

Aulia mencontohkan kondisi hutan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh yang menurut berbagai penelitian dan laporan lembaga swadaya masyarakat telah mengalami deforestasi masif.

“Sudah banyak peneliti dan NGO yang menyampaikan terjadinya pembalakan liar, terjadi illegal mining, dan penegakan hukum seperti tidak berjalan,” lanjutnya.

Baca Juga: Wamentan Sudaryono Buka Suara Terkait Sorotan Publik soal Beras Bantuan Seharga 60 Ribu

Eks penyelidik KPK itu juga meyakini bahwa aktivitas pembalakan dalam skala besar tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat biasa.

“Pembalakan liar itu dilakukan korporasi, rakyat kan nggak punya bekho,” tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini