INSIBERNEWS - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa juga memastikan kesiapan pembiayaan untuk penanganan bencana, termasuk pemulihan fasilitas umum dan infrastruktur yang terdampak.
Dalam kesempatan menjawab pertanyaan wartawan pada Kamis, 5 Desember 2025, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan tambahan dana untuk penanganan bencana.
Baca Juga: 20 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya Usai Menhut Raja Juli Lakukan Evaluasi Pasca Banjir Sumatera
Namun, penggunaannya akan menyesuaikan pengajuan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurutnya, kebutuhan pembiayaan bencana selalu diantisipasi dalam struktur anggaran negara, termasuk melalui cadangan yang dikelola BNPB.
Karena itu, pemerintah tidak melihat adanya risiko serius terhadap stabilitas ekonomi maupun ruang fiskal.
Baca Juga: Kerusakan Alam Disorot Gus Kautsar: Banjir dan Longsor Adalah Alarm, Bukan Sekadar Musibah!
Purbaya menekankan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada pada jalur positif, meskipun beberapa wilayah terdampak bencana harus melakukan pemulihan dalam beberapa waktu ke depan.
Menkeu juga menegaskan kesiapan pemerintah untuk menyalurkan dana tambahan apabila kebutuhan pembiayaan bencana dinilai belum mencukupi.
Ia memastikan bahwa mekanisme dukungan keuangan kepada perbankan maupun BNPB dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai urgensi di lapangan.
"Kalau masih dianggap kurang (kondisi keuangan), saya akan gelentor lagi uang saya ke perbankan," imbuhnya.
Purbaya juga menyebut bahwa cadangan pembiayaan bencana yang dikelola BNPB dalam kondisi aman.