Baca Juga: Putin Sampaikan Belasungkawa Mendalam untuk Korban Banjir Besar di Sumatra
Sementara itu, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri, yang sempat dikabarkan hilang, ternyata berada di antara rombongan warga yang terjebak di jalur terputus tersebut. Untuk kembali ke Sibolga, ia bahkan harus berjalan kaki melewati medan curam sepanjang hampir 20 kilometer.
Hingga kini, Sibolga masih menjadi wilayah paling terisolasi dan hanya dapat menerima bantuan melalui jalur laut dan udara.
Tapanuli Tengah, wilayah yang juga terdampak cukup parah, masih bisa dijangkau dari arah Pinangsori, meski kondisi jalannya masih harus melalui pengaturan ketat. Sementara itu, operasi udara akan terus dilakukan tanpa batas waktu, mengikuti perkembangan status tanggap darurat.
“Tidak ada batasan. Selama situasi belum stabil, operasi udara akan terus berjalan,” tegas Suharyanto.
Baca Juga: InJourney Airports Dirikan Posko Udara untuk Salurkan Bantuan Bencana Aceh–Sumut–Sumbar
BNPB melaporkan sejauh ini jumlah pengungsi terus bertambah. Di Tapanuli Utara, ada sekitar 600 kepala keluarga yang berkumpul di satu titik pengungsian. Di Tapanuli Tengah, jumlah pengungsi mencapai sekitar 1.100 kepala keluarga. Adapun Kota Sibolga hingga kini masih bergantung pada bantuan lewat udara karena akses darat belum bisa dibuka sama sekali.***