INSIBERNEWS – Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menegaskan bahwa institusi Polri kini berada dalam fase penting untuk berbenah. Pernyataan ini muncul setelah fenomena meningkatnya warga yang memilih melapor ke pemadam kebakaran (damkar) ketimbang ke polisi saat membutuhkan pertolongan cepat.
Jimly menjelaskan bahwa pimpinan Polri, termasuk Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, tidak menutup mata terhadap situasi tersebut.
Ia menyebut Wakapolri bahkan mengakui tingginya kepercayaan publik terhadap petugas damkar dibanding aparat kepolisian, sebuah kenyataan yang menurut Jimly justru harus dilihat sebagai momentum untuk bertransformasi.
“Pimpinan Kepolisian kita itu memang siap untuk beradaptasi, siap untuk berubah, jadi tidak denial,” ujar Jimly dalam keterangannya.
Menurut Jimly, kesadaran pimpinan Polri terhadap persoalan ini merupakan langkah awal yang penting. Ia menilai bahwa institusi sebesar Polri tidak bisa bertahan dengan pola lama, terutama ketika masyarakat menginginkan pelayanan yang lebih responsif, transparan, dan dapat diandalkan.
Komisi Percepatan Reformasi Polri saat ini tengah menyerap berbagai aspirasi publik selama tiga bulan ke depan. Proses ini mencakup dialog dengan tokoh masyarakat, akademisi, hingga kelompok sipil untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai harapan publik terhadap kinerja kepolisian.
Baca Juga: Sebulan Menikah, Amanda Manopo Umumkan Kehamilan Pertama Lewat Unggahan Manis di Instagram
Jimly menyampaikan bahwa target penyusunan arah kebijakan reformasi ditetapkan rampung pada Januari 2026. Ia memastikan bahwa sejumlah perbaikan internal tidak harus menunggu dokumen final reformasi, tetapi dapat langsung diterapkan begitu kebutuhan mendesaknya sudah terlihat.
“Hal-hal yang sifatnya internal insyaallah langsung dikerjakan. Jadi optimis saja akan ada perbaikan,” kata Jimly.
Dengan berbagai masukan dan komitmen perubahan dari internal Polri, Jimly berharap publik dapat melihat perubahan nyata dalam waktu dekat. Transformasi ini, menurutnya, penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan memastikan Polri tetap relevan sebagai lembaga penegak hukum yang dicintai publik. ***