news

KTT G20: Kenapa Gibran Angkat 'Makan Gratis' Jadi Isu Geopolitik? Ini Dampak Nyata pada Petani Lokal.

Minggu, 23 November 2025 | 15:23 WIB
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming bicara soal MBG saat pidato sesi kedua KTT G20. (YouTube/Wakil Presiden RI)

• Memperluas kegiatan ekonomi di berbagai bidang terkait.

Pernyataan ini diperkuat oleh data dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang hadir di acara SAC 2025 beberapa waktu lalu. Menurut Dadan, 85 persen anggaran MBG digunakan untuk membeli bahan baku, dan 99 persen bahan baku tersebut berasal dari sektor pertanian lokal.

"Program MBG identik dengan kemandirian dan ketahanan pangan lokal," jelas Dadan.

Bahkan, uang yang digelontorkan ke unit-unit pelaksana (SPPG) sangat besar, dengan estimasi Rp900 juta hingga Rp4 miliar per bulan di setiap daerah, yang sebagian besar berputar kembali untuk memberdayakan ibu-ibu dan pekerja lokal di dapur umum.

Baca Juga: Cinta Terlarang yang Berujung Tragedi Wafatnya Dosen Untag, AKBP Basuki Terancam Dipecat Tidak Hormat

Visi 2045: Mempersiapkan Generasi Emas Melalui Gizi

Poin utama yang disampaikan oleh BGN dan ditegaskan secara implisit dalam pidato Gibran adalah: MBG adalah jembatan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Dadan Hindayana menyebut bahwa MBG adalah program terbesar dalam sejarah investasi SDM Indonesia untuk menyambut momentum 2045.

Dengan menyasar anak sekolah dan ibu hamil, program ini secara fundamental menjamin terpenuhinya hak anak Indonesia atas makanan bergizi sejak dini.

"Artinya, 53 persen hak anak Indonesia sudah bisa kita penuhi dan kita sedang kejar hak anak atas makan bergizi bisa kita penuhi di akhir tahun 2025," kata Dadan.

Baca Juga: Tahu dari Media, Roy Suryo Akui Belum Terima Surat Resmi Pencekalan ke Luar Negeri

Ketahanan: Bukan Sekadar Slogan, Tapi Realitas Cincin Api

Di akhir pidatonya, Gibran memperluas makna "ketahanan" dari isu pangan menjadi konsep yang lebih menyeluruh. Bagi Indonesia, ketahanan bukan lagi slogan kosong, melainkan sebuah realitas hidup sehari-hari.

Menyebut posisi Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik yang menghadapi lebih dari 3.000 bencana alam setiap tahun (gempa, banjir, letusan gunung berapi), Gibran mempromosikan sebuah konsep baru: Ketahanan yang Berkelanjutan.

1. Ini adalah kerangka kerja yang harmonis antara:

Halaman:

Tags

Terkini