Anggota DPR itu menyebutkan bahwa industri tersebut juga menyumbang kerusakan udara dalam jumlah signifikan.
"Dari data yang didapat ternyata industri tekstil itu menyumbang 20 persen kerusakan udara," kata Adian.
Menurutnya, angka-angka tersebut membuat pilihan generasi muda terhadap thrifting menjadi masuk akal.
Pria yang lahir di Manado itu menggambarkan cara pandang anak muda yang merasa bahwa jika tidak memiliki kemampuan memproduksi air bersih, setidaknya mereka berusaha mengurangi pemborosan air melalui pembelian pakaian bekas.
"Mungkin pikiran mereka begini: 'kalau saya tidak bisa membuat air bersih, saya tidak akan membuang air bersih. Kalau saya membeli jeans bekas, sama artinya saya menyelamatkan 2.700 liter air bersih,” ujar Adian.
Menurutnya, pemerintah sebagai regulator perlu memahami motivasi generasi muda secara komprehensif saat membuat kebijakan.
"Jadi kita harus pahami, kita dan pemerintah sebagai regulator, dengan pemahaman yang komprehensif kita mengambil keputusan yang mewakili keadilan di masyarakat," kata Adian.***