news

Korban Bullying dan Broken Home, Polisi Beberkan Sejumlah Faktor Anak Rentan Terlibat Jaringan Terorisme

Selasa, 18 November 2025 | 19:58 WIB
Polisi mengungkap temuan baru soal rekrutmen jaringan terorisme yang menargetkan anak-anak melalui ruang digital. (Dok. Polri)

INSIBERNEWS - Pihak kepolisian mengungkap temuan mengkhawatirkan terkait pola baru rekrutmen jaringan terorisme yang menargetkan anak-anak dan pelajar melalui ruang digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu dalam konferensi pers pada Selasa, 18 November 2025.

Berdasarkan temuan ini disorot pula skala korban yang luas, faktor kerentanan anak, hingga langkah penanganan terpadu lintas kementerian dan lembaga untuk mencegah dampak lebih besar.

Baca Juga: FOMC Bakal Rilis Risalah, Pasar Masih Tunggu Pemangkasan Suku Bunga

Polri menyebut rekrutmen terhadap anak tidak lagi dilakukan secara tradisional, tetapi melalui platform yang akrab dengan generasi muda, seperti media sosial, game online, aplikasi perpesanan instan, dan situs-situs tertutup.

"Hingga saat ini Densus 88 Anti-Teror Polri mencatat ada sekitar 110 anak yang memiliki usia rentang antara 10 hingga 18 tahun tersebar di 23 provinsi yang diduga terekrut oleh jaringan terorisme," kata Trunoyudo.

Kabid Penmas Divisi Humas Polri itu menjelaskan bahwa sejauh ini telah ditemukan tiga perkara berbeda yang seluruhnya menggunakan modus rekrutmen terhadap anak dan pelajar.

Jaringan tersebut memanfaatkan ruang digital sebagai medium komunikasi, indoktrinasi, dan kontrol kelompok.

Baca Juga: BRI Bawa Pulang 3 Penghargaan di Asia Sustainability Reporting Awards 2025, Buktikan Kepemimpinan Keberlanjutan di Asia

"Telah ditemukan tiga perkara, yang menggunakan modus rekrutmen anak dan pelajar dengan memanfaatkan ruang digital termasuk di antaranya media sosial, game online, aplikasi perpesanan instan, dan situs-situs tertutup," lanjutnya.

Densus 88 sendiri memastikan bahwa 110 anak yang masuk dalam temuan awal masih terus diidentifikasi dan dipetakan keterlibatannya.

Faktor Kerentanan: Bullying, Broken Home, hingga Pencarian Identitas
Dalam temuannya, Polri juga menyoroti faktor-faktor sosial yang membuat anak-anak lebih mudah terpapar ajakan dan manipulasi jaringan terorisme.

Baca Juga: KUR Berbasis Kekayaan Intelektual, Dorong UMKM dan Pelaku Kreatif Lebih Mudah Dapat Pembiayaan

Trunoyudo menyebut beberapa kondisi yang meningkatkan kerentanan anak dan membuat mereka lebih mudah dimasuki narasi ekstrem.

Halaman:

Tags

Terkini