Pemerintah AS mendorong resolusi ini sebagai jalan keluar jangka menengah untuk stabilitas kawasan. Namun sikap keras Israel diyakini akan membuat pembahasan di DK PBB berlangsung panas, terutama mengingat negara-negara anggota masih terbelah dalam menyikapi konflik berkepanjangan di Gaza.
Baca Juga: Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pajak, Penggeledahan Dilakukan di Sejumlah Lokasi
Meski belum dapat dipastikan bagaimana hasil akhir pemungutan suara, pernyataan Netanyahu dinilai sebagai sinyal bahwa Israel tidak akan melonggarkan posisi mereka mengenai isu kedaulatan Palestina. Hal ini membuat upaya diplomasi yang tengah diupayakan komunitas internasional berpotensi semakin rumit.
Dengan ketegangan politik yang terus meningkat, dunia kini menunggu apakah rancangan resolusi tersebut akan lolos dan bagaimana dampaknya bagi masa depan Gaza, proses perdamaian, serta dinamika Israel–Palestina ke depan.***