Menurut narasi yang beredar, pelaku menggunakan hubungan asmara sebagai jebakan untuk menguasai para korbannya. Setelah korban terjerat secara emosional, pelaku lantas memaksa mereka terlibat dalam aksi kriminal.
Jika korban menolak atau tidak mengikuti perintahnya, pelaku tak segan melakukan penyiksaan sadis untuk menjamin kepatuhan.
Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya masih terus bekerja keras untuk mendalami motif kejahatan yang dilakukan pelaku. Selain itu, upaya pencarian kemungkinan adanya korban-korban lainnya juga menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan.
Meski demikian, pihak kepolisian belum merilis detail kronologi lengkap serta jenis aksi kriminal apa saja yang telah dilakukan oleh komplotan pimpinan pelaku biadab ini (**)