INSIBERNEWS-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan peringatan keras sekaligus penekanan strategis terkait aspek ketenagakerjaan dalam proyek raksasa Lotte Chemical Indonesia New Ethylene (LINE Project) di Cilegon, Banten.
Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi fantastis, Yahya Zaini mendesak agar penyerapan tenaga kerja lokal tidak hanya menjadi formalitas, melainkan prioritas utama.
Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! 5 Artis Ini Punya 'Gym Sultan' di Rumah, Isinya Bikin Harga Tanah Naik?
Investasi Jumbo, Janji 40.000 Lapangan Kerja!
LINE Project bukan proyek biasa. Pabrik petrokimia yang baru diresmikan (6/11) setelah sempat mangkrak enam tahun ini, kini menjadi sorotan dunia.
Nilai Investasi: Awalnya $3,9 miliar yang kemudian membengkak menjadi $4 miliar (sekitar Rp 63-64 triliun).
Status: Menjadi salah satu investasi petrokimia terbesar di Asia Tenggara.
Target Operasi Komersial: Oktober 2025.
Dampak Ketenagakerjaan: Diperkirakan menciptakan hingga 40.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung selama fase konstruksi dan operasional.
"Kami memandang proyek ini bukan hanya sebagai investasi industri, tetapi juga sebagai peluang besar untuk memperkuat kualitas tenaga kerja nasional," tegas Yahya. "Kesejahteraan, keselamatan, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama."
Baca Juga: Penembak Tukang Bakso di Aceh Nangis Dihadapan Wartawan Sebut Bukan Dia Pelakunya
Kunci Sukses: Tenaga Kerja Lokal sebagai Tulang Punggung
Saat ini, di masa konstruksi, sudah ada 17.000 karyawan yang terserap. Namun, legislator dari Dapil Jawa Timur VIII ini menekankan bahwa Pemerintah Pusat dan Daerah harus proaktif berkoordinasi dengan manajemen PT Lotte Chemical Indonesia (LCI).
Penyerapan tenaga kerja Indonesia, baik di tingkat teknis maupun manajerial, harus dipastikan mendapat porsi dominan.
“Kami mendorong agar proyek ini tidak hanya menjadi etalase investasi asing, tetapi juga menjadi ladang pembelajaran dan peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja Indonesia. Ketenagakerjaan lokal harus menjadi tulang punggung PSN seperti ini,” ujar Yahya.
Baca Juga: Dapat Banyak Kecaman, Gus Elham Kembali Minta Maaf