news

Pramono Anung Bantah Ada Aksi Bullying di SMAN 72, Sebut ABH Pelaku Ledakan Terhasut Tayangan

Kamis, 13 November 2025 | 21:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut tidak ada praktik bullying di SMAN 72 Kelapa Gading. (Instagram/pramonoanungw)

INSIBERNEWS - Terkait kasus ledakan yang melibatkan seorang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa tidak ada praktik bullying di lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menurut Pramono, pihak sekolah sudah membantah isu perundungan yang sempat dikaitkan dengan kasus tersebut.

Gubernur DKI itu menegaskan bahwa pelaku bukan korban bullying, melainkan terpengaruh oleh konten yang ditontonnya.

Baca Juga: El Rumi Sempat Ketahuan Like Video Marsha Aruan, Ia Klarifikasi Dan Langsung Unfollow IG Mantan

“Memang spekulasinya berbagai hal, tadi kan teman-teman di SMA 72 sendiri mereka juga membantah tidak benar dengan adanya bullying,” ujar Pramono kepada awak media di Jakarta pada Kamis, 13 November 2025.

Pramono meyakini tindakan pelaku yang merakit bahan peledak dipicu oleh tayangan-tayangan yang mengandung unsur kekerasan.

“Persiapan dengan tujuh bahan peledak, memang saya yakin pasti itu karena terinspirasi, terpengaruh oleh apa yang dia tonton,” lanjutnya.

Baca Juga: Selain Pembuktian Asli, Mantan Kabareskrim Susno Duadji Sebut Ijazah Jokowi Harus Sah

Tak Terkait Diskriminasi dan Intoleransi
Pramono juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan isu diskriminasi maupun intoleransi, seperti yang sempat beredar di masyarakat.

Mantan Sekretaris Kabinet itu menyebut pelaku sama sekali tidak memiliki latar belakang yang berhubungan dengan masalah tersebut.

“Jadi persoalan di 72 kan banyak orang berspekulasi, ini enggak ada hubungan sama sekali dengan diskriminasi, tidak ada sama sekali dengan intoleransi karena yang melakukan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan itu,” kata Pramono.

Baca Juga: Natalius Pigai Ultimatum Pemerintah: 'Sebulan Harus Ada Aturan Anti-bullying, Kalau Tidak Saya yang Bertindak!'

Menyusul insiden ini, Pramono kemudian meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memperkuat program pendidikan pencegahan di sekolah-sekolah.

“Nah yang seperti itulah yang kemudian saya akan meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk dilakukan pendidikan dan pencegahan karena yang seperti itu dampaknya sangat tidak baik,” pungkasnya.***

Tags

Terkini