INSIBERNEWS - Harga emas dunia kembali mencatatkan kenaikan signifikan hampir 2 persen pada perdagangan Rabu (12/11/2025), seiring penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Lonjakan ini terjadi menjelang pemungutan suara di DPR AS yang akan menentukan dibukanya kembali pemerintahan federal.
Emas spot (XAU) tercatat naik 1,66 persen ke level USD4.195,21 per troy ons, tertinggi sejak 21 Oktober 2025. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun hingga 1 persen, menandai posisi terendah sejak 5 November lalu.
Baca Juga: Roy Suryo Kritik Lingkar Kekuasaan Prabowo Singgung Kasus Ijazah Jokowi dan Ancaman 'Angka Sakti'
Kepala strategi komoditas TD Securities, Bart Melek, mengatakan kenaikan emas terjadi karena pasar mulai memposisikan diri menyambut rilis data ekonomi resmi AS yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah.
“Investor kemungkinan menambah posisi long dan menutup sebagian posisi short,” ujarnya dikutip Reuters.
Penurunan imbal hasil obligasi dianggap sebagai sinyal pelonggaran moneter, yang mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang. Hal ini semakin menarik minat investor untuk kembali ke aset safe haven seperti emas.
Baca Juga: El Rumi Sempat Ketahuan Like Video Marsha Aruan, Ia Klarifikasi Dan Langsung Unfollow IG Mantan
Pemungutan suara di DPR AS, yang saat ini dikuasai Partai Republik, menjadi titik penting karena akan mengakhiri shutdown pemerintah terpanjang dalam sejarah AS, yang berlangsung selama 42 hari. Shutdown ini menekan aktivitas ekonomi dan menghentikan publikasi data resmi negara.
Selama masa penutupan, pelaku pasar harus mengandalkan indikator ekonomi dari sumber swasta, sehingga muncul ketidakpastian tinggi dalam memproyeksikan pertumbuhan dan inflasi. Kembalinya pemerintah diharapkan memulihkan arus data ekonomi yang lebih akurat.
Selain faktor domestik AS, pasar emas global juga dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan pergerakan dolar AS yang cenderung menguat. Kombinasi ini membuat investor mencari perlindungan melalui emas sebagai instrumen lindung nilai.
Beberapa analis memperkirakan kenaikan harga emas akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan jika Fed memang menurunkan suku bunga, karena biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah dibandingkan aset berbunga.
Baca Juga: Kemenkeu Buka Rekrutmen CPNS 2025–2029, Siapkan 2100 Formasi di Tahun Pertama