INSIBERNEWS – Kepolisian akhirnya membeberkan hasil penyelidikan terkait ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025. Pelaku disebut merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan bertindak sendiri, tanpa keterkaitan dengan jaringan terorisme.
“ABH yang terlibat dalam ledakan ini adalah siswa aktif SMA dan bertindak secara mandiri. Tidak ada indikasi keterlibatan dengan jaringan teror manapun,” jelas Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).
Pernyataan ini sekaligus membantah berbagai spekulasi di media sosial yang sempat mengaitkan pelaku dengan kelompok teror tertentu. Polisi menegaskan bahwa motif pelaku lebih terkait dengan ketertarikan pribadi terhadap konten kekerasan dan hal-hal ekstrem.
Selain itu, polisi juga mengungkapkan bahwa ABH dikenal sebagai pribadi tertutup, jarang bergaul, dan lebih banyak menghabiskan waktu menonton atau mengikuti konten yang memicu perilaku berisiko.
Baca Juga: Redenominasi Rupiah Tak Perlu Dikhawatirkan, Danantara Yakin Pemerintah Sudah Hitung Semua Risiko
Dalam penyelidikan, aparat memeriksa CCTV sekolah, ponsel, serta aktivitas digital pelaku. Tim gabungan bersama Densus 88 berupaya menggali latar belakang dan motif ABH secara menyeluruh.
Sementara itu, penanganan medis dan trauma healing bagi korban terus dilakukan. Posko bantuan dibuka di RS Islam Cempaka Putih untuk memberikan perawatan, dengan total 96 korban tercatat, terdiri dari 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Kirim Tim ke China, Bahas Skema Pembayaran Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
“Kami menambahkan data korban setelah beberapa siswa melaporkan keluhan baru, termasuk gangguan pendengaran dan luka ringan yang muncul beberapa hari pasca-insiden,” ujar Asep.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan bahwa pihaknya menemukan total tujuh bom di lokasi. Dua bom sudah meledak dengan remote control, dua bom sumbu bakar dengan casing pipa meledak namun tidak sempurna, dua bom casing pipa logam masih aktif, dan satu bom casing kaleng minuman juga masih aktif.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Siap Guncang Madrid di Mad Cool Festival 2026
Pemeriksaan TKP juga menemukan residu bahan peledak di sekolah dan di rumah pelaku, menunjukkan adanya kesamaan jenis bahan peledak yang digunakan. Hal ini menegaskan keterkaitan langsung antara bom di sekolah dan persiapan pelaku di rumah.
Kepolisian menekankan bahwa meski pelaku adalah ABH, keamanan sekolah tetap menjadi prioritas. Aparat terus melakukan pengawasan tambahan di lingkungan SMAN 72 Jakarta serta mendukung pemulihan psikologis bagi guru dan siswa yang terdampak insiden ini.***